Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog

Pendidikan: Kemajuan dan kesenjangan Pendidikan anak

Ini hanyalah sambungan dari artikel sebelumnya tentang pendidikan anak usia dini yang diambil dari PDF UNICEF.

Anak Usia Pendidikan Dini PDF PAUD Karakter com DIREKTORAT file pada Doc Docs edu pembinaan Sejak yang Downloadily Files scribd upi adalah DASAR dengan Direktori Download _PEND | Academia as dalam ditujukan FIP free html Index jenjang JUR KONSEP lahir Membangun ml online Pembelajaran Pentingnya Program suatu tahun top txt upaya Wikipedia wordpress 1 7 194 2009 2011 2012 19540 7697550 22238893 143056494 _LUAR_BIASA _LUAR_SEKOLAH × 31pdf 52dd18e91f0b678f0ed90b31 about bagi bahasa baik before belum bisa bop c close content dan dapat dari Definisi departemen dibentuk difimyhyz.

Indonesia telah mengalami kemajuan luar biasa dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) dalam hal pendidikan dasar universal dan kesetaraan gender. Angka partisipasi murni (APM) Sekolah Dasar, angka bertahan Sekolah Dasar, dan angka literasi di Indonesia di antara orang-orang muda usia 15-24 tahun lebih dari 90 persen. Indonesia telah mencapai kesetaraan gender untuk literasi perempuan, pendidikan dasar dan menengah pertama, dan hampir telah mencapai target kesetaraan gender untuk pendidikan menengah atas. Untuk pendidikan tinggi, angka kehadiran anak perempuan terhadap angka kehadiran anak laki-laki sebesar 96 persen pada tahun 2010.

Perbedaan geografis untuk APM masih terlihat jelas, khususnya di tingkat menengah. Analisa partisipasi sekolah berikut menggunakan data Susenas 2010, yang menunjukkan beberapa perbedaan dengan data administrasi (Kotak 1).

lah di kelas 1 SD (3,7 persen) dan lebih rendah untuk kelas -kelas berikutnya, tetapi meningkat lagi di kelas 6 SD (Gambar 6). Untuk tahun ajaran yang sama, angka putus sekolah untuk pendidikan menengah pertama relatif rendah (1,8 persen di seluruh Indonesia). Akan tetapi , angka ini meningkat di beberapa provinsi kawasan timur (misalnya sekitar 6 persen di Nusa Tenggara Timur). Kualitas pendidikan dasar dan menengah perlu diperhati kan di semua tingkat dan provinsi. Dari 65 negara yang di kaji oleh Program OECD untuk Pe ngkajian Siswa Internasional pada tahun 2009, Indonesia menduduki peringkat di antara 13 negara dalam kelompok terakhir untuk tiga kategori yang dikaji (membaca, matematika dan ilmu pengetahu

Dinas disetujui docx downloading eBook EFA enam Flag for from get Goal harus id inappropriate Indonesia information jenderal jika juknis Karak kepada Kesehatan komunikasi lebih less melalui menurut merupakan modul Modul_PAUD More or orang org pemahaman Pendidikan_anak_usia_dini PENDIDIKAN_KARAKTER_PADA_PENDIDIK pendidikankarakter pengajuan pengasuhan penyelenggaraan ppt Preview Proses Provinsi Psikologi read Related rumah sampai sebelum sesuai Show Skripsi tentang terbangun Text the tua tuadasiussitanggangantede Type wiki Word xls

sebelumnya (9.3 juta), dengan disparitas geografis dan perkotaan-perdesaan yang lebih besar dari disparitas gender (Kotak 2). Sebagian besar anak yang tidak bersekolah meninggalkan sekolah selama masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama.

Kira-kira 20 persen mendaftarkan di sekolah menengah pertama. Sebaliknya, 85 persen lulusan sekolah menengah pertama melanjutkan ke sekolah menengah atas. Angka putus sekolah pada pendidikan dasar tertinggi adalah di kelas 1 SD (3,7 persen) dan lebih rendah untuk kelas-kelas berikutnya, tetapi meningkat lagi di kelas 6 SD (Gambar 6). Untuk tahun ajaran yang sama, angka putus sekolah untuk pendidikan menengah pertama relatif rendah (1,8 persen di seluruh Indonesia).

Akan tetapi, angka ini meningkat di beberapa provinsi kawasan timur (misalnya sekitar 6 persen di Nusa Tenggara Timur). Kualitas pendidikan dasar dan menengah perlu diperhatikan di semua tingkat dan provinsi. Dari 65 negara yang dikaji oleh Program OECD untuk Pengkajian Siswa Internasional pada tahun 2009, Indonesia menduduki peringkat di antara 13 negara dalam kelompok terakhir untuk tiga kategori yang dikaji (membaca, matematika dan ilmu pengetahuan).

sumber http://www.unicef.org/

Top